kana nishino

Kamis, 01 Oktober 2015

Akuntansi dan Laporan keuangan


Akuntansi dan Laporan keuangan

1.Definisi akuntansi
Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.
Akuntansi adalah suatu proses pencatatan, pengklasifikasian, Peringkasan, Pelaporan, Penganalisaan, dan pengkomunikasian peristiwa- peristiwa transaksi ekonomi
yangberhubungan dengan keuangan kepada pihak yang berkepentingan yang bermanfaat untuk pengambilan keputusanbagi pihak ekstern & intern organisasi (perusahaan).
Definisi akuntansi dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang yaitu:
1.      Fungsi dan Kegunaan
Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.
2.      Proses Kegiatan
Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-ttransaksi kejadian yang sekurang-kurangnya atau sebagaian bersifat keuangan dengan cara menginterpretasikan hasil-hasilnya.



2. Fungsi Akuntansi
Semua orang berkepentingan terhadap Lapooran Keuangan perusahaan. Untuk menyederhanakan, dapat dibagi menjadi pihak intern perusahaan dan pihak ekstern perusahaan.
1.    Bagi Pihak Intern
Akuntansi berguna untuk mencapai tujuan-tujuan berikut:
Perencanaan
Berdasarkan Informasi ekonomi yang tepat, dapat disusun rencana kerja yang baik untuk pelaksanaan kegiatan tahap berikutnya.
Pengendalian
Berdasarkan rencana dan penerapan sistem akuntansi yang baik, dapat dikontrol atau dinilai jalannya kegiatan perusahaan.
Pertanggung jawaban
Setelah diadakan pencatatan terhadap semua transaksi dan kejadian, pada akhir periode disusun Laporan Keuangan untuk disampaikan kepada pemilik atau pihak ekstern lain untuk mendapatkan penilaian.
Pengambilan keputusan
Setelah Laporan Keuangan disusun pihak pimpinan/manager dalam perusahaan akan menentukan kebijakan/keputusan untuk masa yang akan datang.
Mengetahui tingkat keberhasilan 
Keberhasilan usaha yang dicapai oleh suatu perusahaan dapat dilihat berdasarkan besar kecilnya laba yang didapatkan oleh perusahaan tersebut. 

2.    Bagi Pihak Ekstern
Akuntansi digunakan sebagai alat bantu  untuk mengambil keputusan ekonomi bagi pihak yang memerlukan.


Fungsi utama akuntansi
Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.

3. Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap akuntansi
orang-orang yang terlibat dalam dunia usaha, mereka sangat membutuhkan informasi yang relevan dan akurat untuk perkembangan usaha mereka. Informasi yang mereka butuhkan disediakan oleh akuntansi, dimana akuntansi sebagai suatu kegiatan jasa berfungsi sebagai penyedia data kuantitatif yang diperlukan oleh pihak-pihak tersebut.
Adapun pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi adalah:
1. Para pemilik dan calon pemilik perusahaan
Para pemilik dan calon pemilik perusahaan berkepentingan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan
2. Para pengelola perusahaan
Para pengelola perusahaan ini adalah para manajer, jajaran direksi. Bagi pengelola perusahaan akuntansi digunakan untuk berbagai tujuan. Diantaranya informasi bagi manajemen sebagai bahan analisa dan interpretasi dalam melakukan evaluasi atas kegiatan dan pencapaian hasil yang direncanakan perusahaan.
3. Para pegawai/karyawan perusahaan
Untuk apa ya para pegawai membutuhkan laporan akuntansi?
Para pegawai/karyawan perusahaan sebenarnya sangat berkepentingan untuk mendapatkan informasi keuangan perusahaan. Hal ini dihubungkan dengan hak-hak pegawai dalam bidang penggajian, gratifikasi ataupun bonus (jasa produksi) serta perangsang sosial lainnya dari perusahaan untuk tujuan kesejahteraan perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan pengabdian pegawai pada perusahaan.
4. Para investor
Para investor luar yang bermaksud menginvestasikan modalnya ke dalam suatu perusahaan, untuk keamanan pelaksanaan investasinya harus terlebih dahulu mengetahui kemampuan perusahaan yang bersangkutan agar jangan sampai dananya terbuang sia-sia.
5. Para kreditor
Para kreditor seperti bank pemberi kredit sangat memerlukan laporan keuangan perusahaan yang akan diberikan kredit untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan keputusan penetapan pemberian kredit. Sama seperti investor, para kreditor juga cuma mau memberikan dananya pada perusahaan yang bonafid.
6. Pemerintah
Pemerintah sangat berkepentingan dalam menilai maju mundurnya perusahaan yang ada di negaranya, misalnya saja untuk menentukan kebijaksanaan sumber penerimaan negara dari sektor pajak atau menentukan kebijaksanaan lain yang berkaitan dengan pemberian fasilitas tertentu dari pemerintah.
7. Rekanan perusahaan
Yang dimaksud dengan rekanan perusahaan di sini ialah perusahaan-perusahaan lain yang diajak kerja sama dalam suatu kegiatan atau proyek-proyek pekerjaan tertentu yang sifatnya bekerja sama untuk saling mendukung dalam penyelesaian kegiatan yang digarap bersama.


4. Prinsip akuntansi
Prinsip-prinsip akuntansi harus dirumuskan oleh suatu badan yang kompeten. Di Indonesia prinsip-prinsip tersebut ditetapkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) yang merupakan satu-satunya badan yang berwenang untuk membuat peraturan-peraturan di bidang akuntansi.

Prinsip-prinsip akuntansi Indonesia terdiri atas sejumlah aturan yang menjadi pedoman bertindak dalam melaksanakan akuntansi di Indonesia dan akan berkembang di masa yang akan datang. Berikut ini berbagai macam prinsip- prinsip akuntansi:
·    Konsep Entitas. Konsep yang paling mendasar di dalam akuntansi adalah konsep entitas (kesatuan usaha). Kesatuan usaha akuntansi adalah suatu organisasi atau bagian dari organisasi yang berdiri sendiri, terpisah dari organisasi lain atau individu lain. Ditinjau dari segi akuntansi, antara kesatuan usaha yang satu dengan kesatuan usaha yang lain atau dengan pemiliknya terdapat garis pemisah yang tegas. Ini berarti bahwa kejadian keuangan yang menyangkut suatu kesatuan usaha tidak boleh dicampur dengan kesatuan usaha lain atau dengan pemiliknya, dan sebaliknya. Konsep ini penting artinya dalam menilai keadaan keuangan dan hasil usaha yang dicapai suatu organisasi atau bagian dari organisasi. Tanpa konsep ini maka laporan keuangan akan menjadi kacau, karena apa yang tercantum dalam laporan keuangan suatu organisasi mungkin dimasuki kejadian-kejadian keuangan yang sebenarnya tidak berhubungan dengan organisasi tersebut.
·  Prinsip Obyektivitas. Catatan dan laporan akuntansi harus didasarkan pada data yang bisa dipercaya sebagai laporan yang menyajikan informasi yang tepat dan berguna. Data yang bisa dipercaya adalah data yang bisa diverifikasi (diperiksa kebenarannya). Data semacam itu harus bisa dikonfirmasi oleh pengamat yang independen. Oleh karena itu catatan akuntansi harus didasarkan pada informasi yang berawal dari kegiatan yang didokumentasi dalam bentuk bukti yang obyektif. Seandainya akuntansi tidak mengenal prinsip obyektivitas, maka pencatatan akuntansi akan didasarkan pada hal-hal yang tidak obyektif dan bisa mengakibatkan kekacauan.
·  Prinsip cost (biaya). Prinsip cost atau prinsip biaya menetapkan bahwa harta atau jasa yang dibeli atau diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya. Meskipun pembeli tahu bahwa harga mungkin masih bisa ditawar, tetapi barang atau jasa yang dibeli akan dicatat dengan harga yang sesungguhnya disepakati dalam transaksi yang bersangkutan.
·  Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle). Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya.
·  Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle). Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu.
Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.
· Prinsip Mempertemukan (Matching Principle). Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini berguna untuk menentukan besarnya penghasilan bersih setiap periode. Prinsip ini biasanya diterapkan saat kita membuat jurnal penyesuaian. Dengan adanya prinsip ini kita harus menghitung berapa besarnya biaya yang sudah benar-benar menjadi beban kita meskipun belum dikeluarkan, dan berapa besarnya pendapatan yang sudah benar-benar menjadi hak kita meskipun belum kita terima selama periode berjalan.
· Prinsip Konsistensi (Consistency Principle). Metode dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Konsistensi tidak dimaksudkan sebagai larangan penggantian metode, jadi masih dimungkinkan untuk mengadakan perubahan metode yang dipakai. Jika ada penggantian metode, maka selisih yang cukup berarti (material) terhadap laba perusahaan harus dijelaskan dalam laporan keuangan, tergantung dari sifat dan perlakukan terhadap perubahan metode atau prinsip tersebut.
· Prinsip Pengungkapan Lengkap (Full Disclosure Principle). Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Hal ini diperlukan karena melalui laporan keuanganlah kita dapat mengetahui kondisi suatu perusahaan dan mengambil keputusan atas perusahaan tersebut. Apabila informasi yang disajikan tidak lengkap, maka laporan keuangan tersebut bisa menyesatkan para pemakainya.

5. Pengertian Laporan keuangan
Laporan keuangan (Financial Statement) adalah laporan yang memperlihatkan posisi keuangan suatu perusahaan pada waktu periode tertentu yang dirancang untuk para pembuat keputusan, baik di dalam maupun di luar  perusahaan, mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan saat ini dan untuk memperkirakan hasil operasi serta arus kas di masa depan.

6. Isi laporan keuangan
isi dari laporan keuangan berdasarkan urutan penyusunan dan sifat data yang terdapat dalam laporan keuangan adalah:
1. Laporan Laba/Rugi (Income Statement / Profit and Loss Statement)
Laporan Laba/Rugi melaporkan pendapatan dan beban selama periode waktu tertentu berdasarkan prinsip penandingan atau pengaitan (matching principle). Dari laporan ini, kita bisa mengetahui besarnya laba atau rugi yang diperoleh perusahaan selama satu periode.
Sebuah perusahaan dikatakan mengalami keuntungan (laba) apabila pendapatan yang diperoleh lebih besar dari beban yang terjadi dan sebaliknya, perusahaan dikatakan mengalami kerugian apabila pendapatan yang diperoleh lebih kecil dari beban yang terjadi.
2. Laporan Ekuitas Pemilik (Capital Statement)
Laporan Ekuitas Pemilik melaporkan perubahan ekuitas pemilik selama jangka waktu tertentu.

3. Neraca (Ballance sheet
Neraca melaporkan jumlah aktiva, kewajiban dan ekuitas pemilik pada akhir periode. Bagian aktiva dalam neraca biasanya disusun berdasarkan urutan cepat lambatnya aktiva tersebut dikonversikan menjadi kas atau digunakan dalam operasi.
4. Laporan Arus Kas(Cash flow statement)

bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan.

7. Bentuk neraca
Neraca adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan posisi keuangan berupa harta, utang, dan modal pada suatu perusahaan untuk satu periode akuntansi tertentu.

Unsur-unsur neraca:
1. Harta (aktiva)
Merupakan sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari
2. Utang (liabilitas)
Merupakan tanggungan yang harus dilunasi atau pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain. Liabilitas adalah kebalikan dari aset yang merupakan sesuatu yang dimiliki. Contoh liabilitas adalah uang yang dipinjam dari pihak lain, giro atau cek yang belum dibayarkan, dan pajak penjualan yang belum dibayarkan ke negara.
 3. Modal (ekuitas)
 Merupakan satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan atau perorangan .. 

Bentuk Neraca

Neraca dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:
1.Bentuk skontro
Neraca disusun menjadi dua sisi sebelah-menyebelah, sisi kiri (debit) untuk mencatat harta perusahaan dan sisi kanan (kredit) untuk mencatat utang dan modal perusahaan.




2.Bentuk staffel
Neraca disusun dari atas ke bawah secara berurutan mulai dari harta kemudian diikuti utang dan modal.




8. Laporan Laba/Rugi (Income Statement / Profit and Loss Statement)
            Laporan Laba/Rugi melaporkan pendapatan dan beban selama periode waktu tertentu berdasarkan prinsip penandingan atau pengaitan (matching principle). Dari laporan ini, kita bisa mengetahui besarnya laba atau rugi yang diperoleh perusahaan selama satu periode.
Sebuah perusahaan dikatakan mengalami keuntungan (laba) apabila pendapatan yang diperoleh lebih besar dari beban yang terjadi dan sebaliknya, perusahaan dikatakan mengalami kerugian apabila pendapatan yang diperoleh lebih kecil dari beban yang terjadi.

9. Bentuk Laporan Laba-Rugi
Laporan Laba-Rugi dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu:
1. Bentuk Single Step atau Langsung
Semua pendapatan dikelompokkan tersendiri di bagian atas dan dijumlahkan, kemudian semua beban dikelompokkan tersendiri di bagian bawah dan dijumlahkan. Jumlah pendapatan dikurangi jumlah beban, selisihnya merupakan laba bersih atau rugi bersih.



2. Bentuk Multiple Step atau Tidak Langsung
Pendapatan dibedakan menjadi pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, demikian juga beban dibedakan menjadi beban usaha usaha dan beban di luar usaha. Pendapatan dan beban usaha disajikan pertama, pendapatan dan beban di luar usaha disajikan 




10. Tujuan Laporan keuangan 
         Tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (bahasa Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan meliputi:
   1. Aktiva
   2. Kewajiban
   3. Ekuitas
   4. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan
   5. Arus kas
Informasi tersebut di atas beserta informasi lain yg terdapat dalam catatan laporan keuangan membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan khusus dalam hal waktu dan kepastian diperoleh kas dan setara kas.






referensi








Jumat, 26 Juni 2015

The Term Market

The term ‘market’


Nama         : Masitoh Sjari Rahmah A
Kelas          : 3EB10
NPM           : 24212474
Nama  Kelompok :        
  1. Arfitra Siti Khairuma                   21212057
  2. Justina Elvida Harahap               24212010
  3. Masitoh Sjari                             24212474
  4. Nur Bella Asrindo                      28212335

The term ‘market’ , as used by economists, is an extension of the ancient idea of a market as a place where people gather to buy and sell goods. In former days part of a town was kept as the market or marketplace, and people would travel many kilometers on special market days in order to buy and sell various commodities. Today, however, markets such as the world sugar market, the gold market and the cotton market do not need to have any fixed geographical location. Such a market is simply a set of conditions permitting buyers and sellers to work together.
In a free market, competition takes place among sellers of the same commodity, and among those who wish to buy that commodity. Such competition, influences the prices prevailing in the market. Prices inevitably fluctuate, and such fluctuations are also affected by current supply and demand
Whenever people who are willing to sell a commodity contact people who are willing to buy it, a market for that commodity is created. Buyers and sellers may meet in person, or they may communicate in some other way: by letter, by telephone or through their agents. In a perfect market, communications are easy, buyers and sellers are numerous and competition is completely free. In a perfect market there can be only one price for  any given commodity: the lowest price which sellers will accept and the highest which consumers will pay. There are, however, no really perfect market, and each commodity market is subject to special conditions. It can be said however that the price ruling in a market indicates the point where supply and demand meet.
(Taken from A Rapid Course in English for Students of Economics by Tom McArthur)

A.    COMPREHENSION

9. What price operates in a perfect market ?
10. What does the rulling price indicate ?

ANSWER
9. The price which ruling in a market indicates and the point where supply and demand meet.
10. that is the point where supply and demand meet.

Kamis, 07 Mei 2015

Audit Manajemen ISO 9001



Jakarta, 06 mei 2015

No                   : 05x/xxx/xx/2015
Lampiran         : 3 eksemplar
Perihal             : Laporan Hasil Audit Manajemen

Kepada
Yth, Direktur PT.X
Di Jakarta

            Kami telah melakukan audit atas Kualitas mutu ISO 9001 pada PT.X untuk periode  tahun 2014/2015. Audit kami tidak dimaksudkkan untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan perusahaandan oleh karenanya kami tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut. Audit kami hanya mencakup bidang kualitas mutu ISO 9001 yang dilakukan PT. X. Audit tersebut dimaksudkan untuk menilai ekonomisasi (kehematan), efisiensi (daya guna), dan efektifitas (hasil guna). Kualitas mutu yang dilakukan dan memberikan saran perbaikan atas kelemahan pelayanan yang ditemukan selama audit, sehingga diharapkan dimasa yang akan datang dapat dicapai perbaikan atas kekurangan tersebut dan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih ekonomis, efisien, dan lebih efektif dalam mencapai tujuannya.
            Hasil audit kami sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi:
Bab I   : Informasi Latar Belakang
Bab II  : kesimpulan Audit yang Didukung dengan Temuan Audit
Bab III            : Rekomendasi
Bab IV            : Ruang Lingkup Audit
            Dalam melakukan audit kami telah memperoleh banyak bantuan, dukungan, dan kerja sama dari berbagai pihak baik jajaran direksi maupun staf yang berhubungan dengan pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin baik ini.

Kantor Akuntan Publik
   xxx
                                                                                                                       

                                                                                                                           xxx




BAB I
Informasi Latar Belakang

PT. X (selanjutnya disebut “perusahaan”) berlokasi di Jakarta Timur, didirikan tanggal 1 Maret 19XX oleh para pendiri yang terdiri atas:
1.      xxx
2.      xxx

Tujuan didirikannya perusahaan ini untuk merencanakan, membangun, mengoperasikan jalan serta kelengkapannya dan memberikan jasa pelayanan jalan bebas hambatan yang memberikan manfaat lebih tinggi daripada jalan umum. Secara keseluruhan jasa pelayanan yang diberikan yaitu:
1.      Kondisi Jalan
2.      Kecepatan Tempuh Rata-Rata
3.      Aksesibilitas
4.      Mobilitas
5.      Keselamatan
6.      Unit Pertolongan atau Penyelamatan dan Bantuan Pelayanan

Susunan direksi perusahaan sebagai berikut :
            Presiden Direktur                                : xxx
            Direktur Keuangan                             : xxx
            Direktur Operasional                           : xxx
            Direktur Pengembangan Usaha          : xxx
            Direktur Sumber Daya Manusia         : xxx

Sedangkan tujuan dilakukannya audit adalah untuk:
1.      Menilai kecukupan prosedur ISO 9001 yang digunakan dalam menyelenggarakan operasi PT. X
2.      Menilai ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas kualitas ISO 9001 yang dilakukan perusahaan
3.      Memberikan berbagai saran atau perbaikan atas kelemahan dalam program pelatihan karyawan yang ditemukan





BAB II
Kesimpulan Audit

Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit yang kami lakukam. Kami dapat menyimpulkan sebagai berikut :

Kondisi :
Masih sering terjadi kemacetan, terutama saat akhir pekan di Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang merupakan penghubung tanpa putus melingkari wilayah luar Jakarta dari Penjaringan hingga Rorotan

Penyebab :
1.      Meningkatnya volume kendaraan  yang masuk Tol JORR, terutama saat akhir pekan karena banyak masyarakat yang ingin berlibur.
2.      banyaknya truk besar yang berjalan lambat. truk yang masuk perbulannya berada di angka 60 ribu, mulai dari truk berukuran kecil, sedang hingga yang kelebihan muatan. Truk bermuatan besar yang menghabiskan badan jalan dan melajukan kendaraannya pelan .
3.      truk yang kelebihan muatan tidak melaju di jalur khusus, mereka menggunakan lajur kanan dan tengah.

Akibat :
1.      mobil-mobil kecil di belakang ikut berjalan lambat akibat  terhalang oleh truck yang melaju dengan pelan yang tidak berjalan di jalur khusus truck sehingga menimbulkan penumpukan kendaraan terutama di titik pintu keluar
2.      kemacetan akibat peningkatan volume kendaraan yang tinggi dan kendaraan besar yang menggunakan lajur jalan seenaknya.


Pejabat yang Bertanggung Jawab:
Direktur Utama dan Manajer SDM



BAB III
Rekomendasi

Hasil audit yang dilakukan menemukan beberapa kelemahan yang harus menjadi perhatian manajemen di masa yang akan datang. Kelemahannya yaitu :
1.      Kelemahan yang terjadi pada pemberlakuan  peraturan yang kurang tegas dan kurang kuatnya sanksi dari peraturan tersebut.
2.      Kurangnya pembatasan lajur khusus untuk kendaraan besar, yang mengharuskan kendaraan besar untuk tetap pada jalurnya.

Atas kelemahan  yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau langkah perbaikan yang dapat diambil oleh manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.

Rekomendasi:
1.      Mengerahkan lebih banyak atau menempatkan di beberapa titik Dinas Perhubungan Darat dan pihak berwajib untuk memberikan sanksi ada truk yang muatan berlebih dan tak lewat lajur 1 ditilang.
2.      Membuat peraturan beserta sanksi yang lebih tegas lagi bagi kendaraan yang melanggar aturan sesuai dengan UU lalu lintas.
3.      Melihat kondisi lalu lintas yang padat dan yang tidak padat diatur pembagian waktunya dan untuk truk lebih diatur kembali jam operasinya
4.      Pembangunan tol JORR II Cinere - Serpong sebagai alternatif jalan untuk truk-truk yang menuju Bandara dan Pelabuhan.

Keputusan untk melakukan perbaikan atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi apabila kelemahan ini tidak segera diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat lebih buruk pada kualitas ISO 9001 dimasa yang akan datang
 

BAB IV
Ruang Lingkup Audit

Sesuai dengan penugasan yang kami terima, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah kualitas ISO 9001 PT. Xuntuk periode tahun 2014/2015. Audit kami mencakup penilaian atas kecukupan system pengendalian manajemen kualitas ISO 9001, personalia yang bertugas dalam program kualitas ISO 9001 dan aktivitas pengelolaan ISO 9001 itu sendiri

Rabu, 29 April 2015

Affirmative and Negative Agreement

Affirmative and Negative Agreement

Group Name:
1.       Arfitra Siti Khairuma
2.      Justina Elvida Harahap
3.      Lia Khoirunnisa
4.      Masitoh Sjari
5.       Nur Bella A
6.      Zulfah Qadariyah

Affirmative Agreement 
 
§     So   : so + auxiliary verb + subject
§     Too : subject + auxiliary verb + too
Example : 
1.                   I'am feeling tired, and so am i / i am too
2.                   I live in depok, and so do i / i do too
3.                   I always have a cup of coffee in the morning, and so do i / i do too
4.                   I studied last night, and so did i / i did too

Negative agreement 
§     Neither : neither + auxiliary verb positive + subject
§     Either   : subject + auxiliary verb negative + either 
Example : 
1.                   I never read newspaper, and neither do i / i don't either
2.                   I didn't enjoy the movie last night, and neither did i / i didn't either
3.                   I've never been in Brazil, and neither have i / i haven't either
4.                   I don't have a car, and neither do i / i don't either

Auxiliary verb  :
§     do / does ( simple present )
§     did ( simple past )
§     had ( past perfect )
§     has / have ( present perfect )

Question
9. Sara was at home last night, and ---/---
10. California is on the west coast, and ---/---

Answer
9. So was i / i was too
10. So is Oregon / Oregon is too