kana nishino

Minggu, 21 Oktober 2012

BAB 2 : Perusahaan dan Lingkungan perusahaan


Pengertian perusahaan dan lingkungan perusahaan

1.Pengertian perusahaan
    Perusahaan Perusahaan adalah sutu organisasi dimana sumber daya (input) dasar seperti bahan dan tenaga kerja dikelola serta diproses untuk menghasilkan barang atau jasa (output) kepada pelanggan. Hampir di semua perusahaan mempunyai tujuan yang sama, yaitu memaksimalkan laba. Jenis perusahaan dibedakan menjadi tiga, yaotu: perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, dan perusahaan jasa. Sedangkan bentuk dari perusahaan itu sendiri dibedakan menjadi: perusahaan perseorangan dan persekutuan (perseroan).kegiatan perusahaan yang melakukan aktivitas pengolahan factor – factor produksi, untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusikannya serta melakukan upaya – upaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak.

Unsur-unsur perusahaan
§     Badan usaha
§     Kegiatan dalam bidang perekonomian
§     Terus menerus
§     Bersifat tetap
§     Terang-terangan
§     Keuntungan dan atau laba
§     Pembukuan
2. Tempat kedudukan dan Letak perusahaan
Tempat perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintahan, lembaga keuangan, pelanggan dan sebagainya.
Tempat kedudukan perusahaan adalah tempat atau letak perusahaan melakukan aktivitas produksi. Di atastelah diuraikan bahwa memilih tempat kedudukan perusahaan lebih sukar dibandingkan memilih tempat kedudukan badan usaha pemilihan tempat kedudukan perusahaan merupakan permasalahan yang selalu dihadapi oleh setiap orang yang akan mendirikan badan usaha. Hal ini disebabkan karena tempat kedudukan perusahaan dipakai untuk jangka panjang, bahkan mungkin selamanya. Pertimbangan yang matang juga diperlukan karena tempat kedudukan perusahaan turut berpengaruh terhadap besar kecilnya biaya yang harus ditangung perusahaan, seperti biaya produksi dan biaya penjualan, yang berarti akan berpengaruh terhadap harga pokok hasil produksi
Pemilihan tempat kedudukan perusahaan untuk setiap jenis badan usaha akan berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh jenis lapangan usaha yang akan digeluti.

Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik/pabrik. Letak perusahaan dipengaruhi faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi baiaya: ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan modal, transportasi, kedekatan pasar, kesesuaian iklim.

Jenis – jenis letak perusahaan :
 a. letak perusahaan yang Terikat Oleh Alam
letak perusahaan yang terikat oleh alam adalah tempat kedudukan perusahaan yang tidak dapat dipengaruhi oleh manusia, melainkan tergantung atau terikat oleh alam. Misalnya perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang ekstraktif, seperti pertambangan harus terletak pada lokasi tambang perusahaan-perusahaan pertanian yang harus terletak pad daerah sesuai dengan jenis tanaman yang dikembangkan dan berlahan subur.
b. letak perusahaan yang Ditentukan oleh Pemerintah
letak perusahaan yang ditentukan oleh pemerinah adalah tempat kedudukan perusahaan yang tempat atau letaknya ditentukan oleh pemerintah pada suatu lokasi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu, misalnya masalah keselamatan umum, kesehatan, ketertiban dan pencemaran. Dalam hal ini pemerintah merupakan pihak yang paling bertanggung jawab untuk melindungi masyarakat. Ada beberapa kegaitan badan usaha yang dapat menganggu kesehatan, misalnya asap yang berasal dari industri yang mengandung gas beracun. Atas dasar berbagai pertimbangan kepentingan masyarakat, kegiatan industri tersebut ditempatkan jauh dari daerah pemukiman pendudukan.
     c. letak perusahaan Berdasarkan Sejarah
      letak perusahaan berdasarkan sejarah (historis) adalah tempat kedudukan perusahaan yang hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah, bukan karena pertimbangan lain dan hanya secara kebetulan bertempat di situ. Pada umumnya badan usaha-badan usaha seperti ini telah berada di tempat tersebut sejak awal pendiriannya dan tidak mau lagi pindah ke tempat lain karena mengandung sejarah yang baik. Misalnya kerajinan payung di Tasikmalaya, ukir-ukiran di Jepara, dan batik di Jogjakarta. Kedudukan badan usaha-badan usaha ini telah turun temurun sejak dahulu dan menjadi semacam jaminan mutu apabila pada produk tercantum nama daerah asal usaha tersebut berkembang.
d. letak perusahaan Berdasarkan Pertimbangan Ekonomi
letak perusahaan berdasarkan pertimbangan ekonomi adalah tempat kedudukan perusahaan yang pemilihannya dilakukan dengan memperhitungkan bahwa tempat yang dipilih adlah tempat yang paling menguntungkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan ekonomi. Pertimbangan-pertimbngan di bawah ini akan mempengaruhi biaya pengangkutan dan tenaga kerja untuk menghasilkan barang.
i. dekat dengan bahan-bahan dasar
ii. dekat dengan pasar
iii. energi
iv. tenaga kerja
v. modal yang diperoleh untuk investasi

Perbedaan tempat kedudukan perusahaan dan letak perusahaan terletak pada fungsinya. Tempat kedudukan perusahaan berfungsi sebagai tempat administrasi perusahaan tersebut dan cenderung ke kota-kota besar, sedangkan letak perusahaan berfungsi sebagai tempat mengolah produk (keadaan fisik perusahaan untuk melaksanakan kegiatan operasional).
3. Perusahaan dan lembaga sosial
A. Perusahaan
     Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.

1. Tujuan pendirian perusahaan, dibedakan menjadi dua yaitu:
 a. Tujuan ekonomis
Berkenaan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya.
Contoh : Menciptakan laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk, kualitas, harga, kuantitas, pelanggan (inovatif).
b. Tujuan sosial
Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia, faktor-faktor produksi, maupun masyarakat luas.
Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan, yaitu memberi kepuasan kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.

Jenis-jenis perusahaan:
1. Jenis Perusahaan Menurut Operasinya
Berdasarkan operasinya, perusahaan digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur/industri.

A. Perusahaan jasa, adalah perusahaan yang kegiatannya menjual atau memberi jasa kepada pihak lain atau masyarakat. Contohnya: bank, asuransi, transportasi, kantor akuntan, bengkel, salon, dan sebagainya.

B.Perusahaan dagang, adalah perusahaan yang kegiatannya membeli barang kemudian menjual kembali barang tersebut tanpa mengubah bentuk atau melakukan pengolahan tambahan. Contohnya: toko, supermarket, dealer, retailer, dan sebagainya.


C. Perusahaan manufaktur/perusahaan industri, adalah perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan mentah atau bahan baku menjadi barang jadi kemudian menjualnya kepada pihak lain, atau sering disebut perusahaan industri/ pabrikasi. Contohnya: industri tekstil, industri karung, industri rokok, industri elektronik, dan sebagainya.

2.Jenis perusahaan berdasarkan lapangan usaha:
perusahaan ekstraktiadalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengambilan kekayaan alam
perusahaan agraris adalah perusahaan yang bekerja dengan cara mengolah
lahan/ladang                                  
perusahaan industri adalah perusahaan yang menghasilkan barang setengah
menjadbarang matang jadi
perusahaan perdagangan adalah perusahaan yang bergerak dalam hal
perdagangan
perusahaan jasperusahaan yang bergerak dalam bidang jasa

3. 
Jenis perusahaan berdasarkan kepemilikan:
§  perusahaan negara
§  perusahaan swasta

2. System perusahaan
Selama ini apakah kita tahu seberapa besar kepentingan dan manfaat sistem informasi bagi sebuah bisnis? Sistem memegang peranan penting bagi keberhasilan suatu perusahaan. Sistem merupakan pendukung bagi perusahaan untuk mencapai tujuan yag telah direncanakan, tentunya apabila setiap bagian di dalamnya ikut berpartisipasi aktif dalam mendukung dan menjalankan sistem yang dibuat. Sistem yang dimaksud disini adalah serangkaian prosedur / aturan dalam menjalankan fungsinya masing-masing. Oleh sebab itu maka salah satu aset perusahaan bisnis modern yang sangat berharga adalah sistem informasi yang memiliki tingkat respon tinggi serta fokus kepada para penggunanya dari segala aspek. Sistem informasi yang dibangun dengan baik dan benar antara lain dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi stok material produksi, menghilangkan kegiatan yang tidak memiliki manfaat (nilai tambah), meningkatkan layanan dan kepuasan pelanggan, mengkoordinasikan setiap bagian dalam perusahaan serta meningkatkan kualitas kebijakan manajemen.
Setelah sebuah bisnis yang kita bangun mulai berjalan, sudah selayaknya kita mulai berpikir untuk membangun sistem. Merujuk kepada definisi bisnis menurut Brad Sugars, yaitu “as a commercial, profitable enterprise that works without you”. Ya, sebuah bisnis akan bisa berjalan tanpa kita harus hadir, jika kita sebagai owner telah berhasil membangun system. Masih menurut Brad Sugars, ada empat area kunci yang harus dibuat sistem-nya yaitu:

1. People & Education (SDM & Pendidikan)
Di area ini, terdapat beberapa sistem yang disarankan, yaitu:
- Membangun Training Systems (Sistem Pelatihan)
- Kontrak Kerja dengan setiap pegawai
- Membuat aturan perusahaan
- Membangun sistem penghargaan & kompensasi (recognition & remuneration)


2.  Delivery & Distribution (Pengiriman & Distribusi)
Di area ini, ada beberapa sistem yang perlu dipertimbangkan:
- Merubah kemasan produk untuk untuk keamanan pengiriman
- Melakukan stock opname secara regular
- Mengukur biaya-biaya pengiriman (delivery) untuk produk atau jasa
- Mengukur kualitas & profesionalisme dalam jasa pengiriman

3. Testing & Measuring
Ada beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan untuk testing and measuring. Langkah awal nya ialah dengan memonitor yang sedang dilakukan saat ini, kemudian pangkas, modifikasi, dan tingkatkan apa-apa yang sedang dilakukan, tergantung hasil yang anda dapatkan. Atas hasil tersebut, uji & ukur hasilnya selama dua minggu, dan cek bagaimana hasil yang didapatkan, lalu jika perlu maka konsolidasikan hasil nya ke orang lain. Sebagai langkah akhir maka implementasikan strategi lain atau coba sesuatu yang baru untuk meningkatkan hasil nya apakah telah sesuai dengan tujuan awal.
4. Systems & Technology
Kita perlu memastikan bahwa semua sistem yang dibangun berjalan baik. Area ini adalah semua tentang sistem dan teknologi, yang secara ideal dibuat tersistematisasi.
Demikianlah 4 area kunci dimana kita perlu membangun sistem perusahaan. Daftar di atas dapat dijadikan panduan bagi kita semua untuk membangun sistem perusahaan kita sesuai kebutuhan. Sehingga pada akhirnya perusahaan dapat berjalan baik tanpa kehadiran kita. Lalu bagaimana langkah-langkah untuk membangun sistem bisnis tersebut? Dalam bukunya “Instant Systems”,

ada 9 langkah yang diperlukan untuk membangun sistem perusahaan.
Langkah 1: Visi
Tetapkan visi perusahaan anda. Visi adalah tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh bisnis anda. Ibarat gunung, visi adalah puncak gunungnya.
Langkah 2: Pernyataan Misi
Pernyataan misi adalah bagaimana bisnis anda akan mencapai visi. Lebih detail daripada visi. 
Langkah 3: Pernyataan Budaya (Culture) 
Langkah 4: TujuanPenetapan tujuan akan membantu anda untuk mencapai visi. Sebab tujuan harus dibuat dalam kerangka waktu
Langkah 5: Struktur Organisasi
Anda perlu mempertimbangkan posisi-posisi apa saja yang ada ketika bisnis anda sudah selesai (saat berjalan tanpa kehadiran anda). Anda perlu merencanakan itu semua di depan.
Langkah 6: Kontrak Posisi
Adalah sangat penting mengatakan kepada SDM anda, apa yang mereka harus lakukan. Sampaikan dengan jelas. Memiliki kontrak posisi (kontrak kerja) akan menyelamatkan anda dari perselisihan yang dapat melibatkan emosi & kesalahpahaman.
Langkah 7: Indikator Kinerja (Key Performance Indicators)
Anda harus memiliki Key Performance Indicators (Indikator Kinerja) untuk setiap posisi. Secara umum, setiap posisi sebaiknya memiliki tidak kurang dari 5 dan tidak lebih dari 10 KPI.
Langkah 8: Manual How-to
Manual How-to tidak harus selalu dalam bentuk tertulis, tapi juga bisa dalam bentuk video atau audio atau apapun selama bisa mencapai tujuan.
Langkah 9: Milestone
Banyak tahap-tahap yang harus dilalui oleh sebuah bisnis dari masa pertumbuhan mencapai tahapan maturity. Ada banyak peristiwa yang bisa dijadikan milestone (tonggak bersejarah) selama perjalanan bisnis itu. Gunakan milestone tersebut sebagai momentum untuk melakukan perbaikan sistem.


3.Fungsi – fungsi perusahaan
Fungsi penting perusahaan dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut:
A. Menghasilkan barang dan jasa
adanya kebutuhan yang harus dipenuhi mendorong perusahaan menciptakan barang dan jasa pemuas kebutuhan. Barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan nantinya disalurkan kepada pelaku ekonomi yang lain.
1. Rumah tangga. Penyaluran barang dan jasa hasil produksi kepada rumah
     tangga dapat dilakukan secara langsung maupun melalui distributor.
2. Pemerintah. Pemerintah membutuhkan barang dan jasa hasil produksi untuk
     mendukung jalannya kegiatan pemerintah dalam rangka melayani masyarakat.
3. Perusahaan lain. Adakalanya barang dan jasa yang diproduksi suatu perusahaan
    diperlukan oleh perusahaan lain sebagai bahan baku, bahan pembantu, bahan
    setengah jadi, atau bahkan sebagai modal. Contohnya perusahaan kain akan
    memasok hasil produksi pada perusahaan garmen.
4. Masyarakat luar negeri. Selain untuk produksi dalam negeri, barang dan jasa
     perusahaan juga digunakan oleh masyarakat luar negeri. Pembelian dan
    pengiriman barang dan jasa akan menimbulkan kegiatan ekspor.
B. Sebagai pengguna faktor produksi
bagaimana perusahaan dapat menghasilkan barang dan jasa? Perusahaan harus mengolah faktor produksi menjadi barang dan jasa. Faktor produksi tersebut berupa tenaga kerja, sumber daya alam, dan modal. Faktor produksi tersebut disediakan oleh rumah tangga. Untuk semua faktor produksi yang telah disediakan, perusahaan akan memberikan balas jasa kepada rumah tangga. Balas jasa tersebut berupa upah atau gaji, sewa, bunga, dan laba. Pembelian faktor produksi ini kadang juga melibatkan masyarakat luar negeri, baik berupa tenaga ahli, pinjaman modal, barang-barang modal, maupun bahan baku.
C. Mambayar pajak kepada pemerintah
perusahaan juga merupakan bagian dari masyarakat umum. Dengan demikian, perusahaan ikut memanfaatkan fasilitas umum yang disediakan oleh pemerintah. Oleh karena itu pula, perusahaan harus membayar pajak kepada pemerintah sebagai bukti partisipasinya terhadap pembangunan.

D. Sebagai agen pembangunan
Sebagai agen pembangunan kegiatan ekonomi yang dilakukan perusahaan ternyata membawa pengaruh yang besar terhadap pembangunan ekonomi. Dari kegiatannya perusahaan telah membantu pemerintah dalam hal menyediakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan karyawan, dan membangun berbagai fasilitas ekonomi.

B. Lembaga sosial
Lembaga sosial atau dikenal juga sebagai lembaga kemasyarakatan salah satu jenis lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia saat mereka menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup. Fungsi lembaga sosial adalah untuk memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok, menjaga keutuhan dari masyarakat, sebagai paduan masyarakat dalam mengawasi tingkah laku anggotanya.
Pengertian istilah lembaga sosial dalam bahasaInggris adalah social institution, namun social institution juga diterjemahkan sebagai pranata sosial. Hal ini dikarenakan social institution merujuk pada perlakuan mengatur perilaku para anggota masyarakat.

4. Berbagai macam lingkungan perusahaan dan pengaruhnya terhadap perusahaan
Lingkungan perusahaan
Pengertian Lingkungan Perusahaan
      Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari factor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan tersebut adalah luas dan banyak ragamnya, termasuk aspek-aspek ekonomi, politik, social, etika-hukum, dan ekologi/fisik dan sebagainya

Macam – macam lingkungan perusahaan
1. Lingkungan Eksternal 
Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan societal ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja (industri) organisasi. Variabel-variabel eksternal ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan peluang, Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :
a. Lingkungan eksternal makro, adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha.
Contoh :
• Keadaan alam: SDA, lingkungan.
• Politik dan hankam: kehidupan operasional perusahaan sangat terpengaruh
  oleh politik dan hankam negara dimana perusahaan berada menciptakan.
 • Hukum
• Perekonomian
• Pendidikan dan kebudayaan
• Sosial dan budaya
• Kependudukan
• Hubungan internasional.
b. Lingkungan eksternal mikro, adalah lingkungan eksternal yang pengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.
Contoh :
• Pemasok / supplier : yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan.
• Perantara, misalnya distribotur, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen.
• Teknologi: yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode, dll.
• Pasar, sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan.
2. Lingkungan Internal
Lingkungan internal dalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.
Contoh :
• Tenaga kerja
• Peralatan dan mesin
• Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
• Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
• Sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.
Pengarung lingkungan perusahaan terhadap perusahaan
Perusahaan dalam Masyarakat yang Pluralistik
Masyarakat pluralistic adalah kombinasi dar berbagai kelompok yang mempengaruhi lingkungan perusahaan.Dalam masyarakat pluralistic, terdapat banyak pusat kekuatan, masing-masing mempunyai sifat mandiri. Berbagai kelompok tersebut dapat menyebarkan kekuatan dan mencegah terjadinya pemusatan kekuatan pada suatu segmen masyarakat saja. Hubungan-hubungan yang baik dapat terjadi dengan saling memberi melalui kompromi, bukannya dengan paksaan. Dalam hal ini, plura;isme mencerminkan usaha manusia untuk mempertemukan kebutuhan dan kepentingan dari berbagai oranisasi.
Kesan Negatif Tentang Perusahaan
Kritik terhadap perusahaan tidak hanya terbatas pada ekonomi, moral , etik, dan politik saja; tetapi juga menyangkut lingkungan fisik. Limbah kimia yang berbahaya bagi kehidupan di buang begitu saja ke sungai. Polusi udara juga meningkat, bahkan belum lama ini di Jakarta telah ditemukan bahwa kandungan carbon monoida dalam air hujan cukup banyak. Sehingga masyarakat Jakarta di anjurkan untuk tidak menggunakan air hujan sebagai air minum.
Usaha-usaha Memperbaiki Kesan Negatif
Untuk memperbaiki adannya kesan-kesan negative dari masyrakat terhadap perusahaan, tentunya perusahaan harus tidak menciptakan masalah- masalah yang negative serta perlu melaksanakan kegiaan humas yang baik harus dapat menciptakan. Kegiatan hubungan masyarakat (humas) yang efektif. Saran dari pemerintah dan keluhan dari masyarakat harus diperhatikan. Kegiatan humas yang baik harus dapat meniptakan komunikasi dua arah yang serasi antara perusahaan dengan pemerintah dan masyarakat, bukannya hanya berpropaganda saja.
5. pendekatan dalam melihat bisnis dan lingkungan
Kesempatan bisnis serta bisnis itu akan selalu dipengaruhi oleh lingkungan. Hubungan antar bisnis dengan lingkungan sangat erat. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan tersingkir dari kancah persaingan bisnis. Hubungan antar bisnis dengan dengan lingkungan kemudian ditelaah oleh para usahawan. Pada mulanya telaah dilakukan secara tradisional yaitu mereka beranggapan bahwa bisnisnyalah yang merupakan hal yang terpenting atau yang menduduki titik sentral sedangkan lingkungan merupakan hal sekunder yang mengelilingi bisnisnya. Pandangan tradisional tersebut sering disebut dengan yang berorientasi produsen atau “Producer Oriented Aproach”. Pandangan itu memang cocok dengan kondisi saat itu , dimana pada saat itu keadaannya disebut sebagai “seller’s market”, yang artinya produsen masih langka sehingga barang apapun yang dihasilkan akan selalu terjual.
Akan tetapi keadaan itu berubah, dimana pengusaha menjadi bertambah banyak dan masyarakat menjadi lebih selektif sehingga timbulah persaingan yang ketat diantara para pengusaha. Hanya pengusaha yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumenlah yang mampu bertahan. Keadaan ini disebut “buyer’s market” atau “pasar pembeli” yaitu keadaan dimana pembeli yang akan menentukan semuanya dan bukan bukan penjual. Dalam hal ini berlaku suatu ungkapan “pembeli adalah raja”.
Dalam hal ini siapa yang berhasil mendekati konsumen dialah yang akan bertahan dalam kancah persaingan bisnis. Pada saat seperti inilah pengusaha harus pandai melihat factor lingkungan. Jadi dalam hal ini yang merupakan factor yang sentral adalah masyarakat atau konsumen sedangkan pengusaha atau bisnisman mengelilinginya untuk melayani kebutuhan secara lebih baik sesuai dengan selera konsumen. Pandangan ini disebut “Consumer Oriented Approach” atau “pendekatan yang berorientasi konsumen”.




REFERENSI

http://p4hrul.wordpress.com/2010/10/16/perusahaan-dan-lingkungan-perusahaan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar