kana nishino

Selasa, 05 November 2013

BAB 3 : Ekonomi Koperasi #

Pengaruh Kemitraan Usaha Terhadap Kinerja Usaha Pada UsahaKecil Dan Menengah (UKM) Dan Koperasi Di Kabupaten Jeneponto Sulawasi Selatan
Saparuddin M*
Basri Bado**
BAB III
I.                  KESIMPULAN

1.   Pelaksanaan kemitraan usaha antara usaha kecil menengah dan koperasi di Kabupaten Jeneponto yang mencakup akses pemasaran, pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia, akses permodalan serta keterkaitan manajemen pengelolaan usaha dan organisasi, secara umum belum terlaksana secara maksimal. Hal ini tercermin dari analisis deskriptif tanggapan responden pada keseluruhan indikator kemitraan usaha yang hanya mencapai tingkat kategori sedang.
2. Secara simultan (bersama-sama) kemitraan usaha yang meliputi aspek: akses pemasaran, pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia, akses permodalan dan keterkaitan manajemen pengelolaan usaha dan organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja usaha finansial dan kinerja usaha non finansial pada usaha kecil menengah dan koperasi di Kabupaten Jeneponto.
3.   Secara parsial akses pemasaran, pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia, akses permodalan serta keterkaitan manajemen pengelolaan usaha dan organisasi, masing-masing signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja usaha finansial Aspek akses pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia merupakan aspek yang memberikan kontribusi paling besar berpengaruh terhadap kinerja usaha finansial pada usaha kecil menengah dan koperasi di Kabupaten Jeneponto. Demikian juga pada kinerja usaha non finansial, aspek pemasaran, pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia, akses permodalan serta keterkaitan manajemen pengelolaan usaha dan organisasi masing-masing signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja usaha non finansial. Aspek keterkaitan manajemen pengelolaan usaha dan organisasi merupakan aspek yang memberikan kontribusi pengaruh paling besar terhadap kinerja usaha non finansial pada usaha kecil menengah dan koperasi di Kabupaten Jeneponto.


II.               SARAN

Saran-saran yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah :

1.   Mengingat kecilnya pengaruh kemitraan usaha dalam aspek akes pemasaran baik terhadap finansial maupun terhadap kinerja non finansial, hendaknya pihak usaha kecil menengah dan koperasi perlu mengkaji lebih mendalam serta meneliti penyebabnya, karena dengan adanya sumber-sumber permodalan erati lebih mudah untuk mengelola aktivitas usaha.
2.   Menggat aspek lain dari kemitraan usaha yang empengaruhi kierja usaha finansialdan kinerja usaha non fnansial pada usaha kecil menengah dan koerasi di kabupaten jenepnto – sulawesi selatan masih cukup besar, maka disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti aspek lain di luar dari keempat aspek dari kemitraan usaha yang diteliti dan memengaruhi kinerja usaha.
3.   Pihak usaha kecil menengah dan operasi sebaiknya dapat ebih mengembangkan poteni sumber daya yang dimiikinya terutama dari sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing secara kompetitif dengan pelaku usaha lainnya.
4.   Kepada piha yang bermitra usaha baik kepada usaha besar atau lembaga ekonomi lainnya maupun bagi usaha kecil menengah dan koperasi, agar dapat lebih dikedepankan prinsip saling membutuhkan dan saling mengunungkan dalam pelaksanaan kemitaan usaha.
5.   Perlu di lakukan lebih banyak lagi kajian dalam bentuk penelitian yang menyangkut tentang usaha kecil menengah dan koperasi, dengan memanfaatkan keberadaan lembaga inkubator yang ada pada setiap perguruan tinggi.

III.           DAFTAR PUSTAKA

Adi Muchanis, 1993. Analisis Kinerja Keuangan, IPWI Jakarta
Athimson, 1995. Management Accounting, Prentice Hall, Inc. New York
Bambang Riyanto, 1992, Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Badan Penerbit Gadjah Mada, Yogyakarta.
Buchory Herry, 2001, Kajian Terhadap Kredit Program Dakabalarea Sebagai Suatu Model Pemberdayaan Ekonomi Rakyat, Program Pascasarjana Bandung.
Branson William, 1989, Macroeconomics Theory and Policy, New York, Harper and Row Publisher Inc.
Book, Sven Ake, 1992, Nilai-Nilai Koperasi dalam Era Globalisasi, KJA Jakarta  
Burgess, Jhon F, 1993, Small Business Management Fundamentals, Sixth Edition, Mc Graw Hill Inc, USA
Depkop, 1995, Aspek Finansial dalam Pengembangan dan Pembinaan Pengusaha Kecil, Balitbangkop, Jakarta
-------------,1995, Panduan Pola Pengembangan Kemitraan, Balingkop, Jakarta
-------------, 1997, Perencanaan dan Penyusunan Program Supervisi Evaluasi Koperasi dan Pengusaha Kecil, Balitbangkop, Jakarta
Dirjen PPK Depkop, 1994, Pedoman Pelaksanaan Keterkaitan Kemitraan di Bidang Industri Kecil, Balitbangkop, Jakarta
Endah Srinarni, 1997, Kajian Kinerja Koperasi Secara Nasional, Balitbangkop, Jakarta
Eschenburg, Roll, 1994, Theory of Cooperation, Hubert & Co, Gottingen, Germany
Gujarati, Damodar, 1999, Ekonometrika Dasar, Erlangga, Jakarta
Harun Al-Rasyid, 1994, Teknik Penarikan Sampel dan Penyusunan Skala, Program Pascasarjana Unpad, Bandung
Hetifah, Erna Ermawati, 1994, Dimensi Strategis Pengembangan Usaha Kecil, Akatiga, Bandung
La Ode Kalimin, 1998, Pengaruh Kemitraanusaha terhadap Kinerja Bisnis KUD dan Non KUD di Kabupaten andung, Pascasarjana Unpad, Bandung
Maspiyati, dkk, 1995, Pengembangan Usaha Kecil; Pemihakan Setengah Hati, Akatiga, Bandung
Marbun, 1996, Manajemen Perusahaan Kecil, Taruna Grafica, Jakarta
Suhardi, Trisura, 1992, Evaluasi Pelaksanaan Program Keterkaitan Usaha Besar dan Kecil dalam Sektor Industri Pengolahan, Gramedia, Jakarta
Thoby Mutis, 1992, Pengembangan Koperasi, Gramedia, Jakarta
Thee Kian Wie, 1992, Dialog Kemitraan dan Keterkaitan Usaha Besar dan Kecil dalam Sektor Industri Pengolahan, Gramedia, Jakarta.
Yuanita Indriani, 1995, Manfaat Kemitraan Ekonomi antara KUD dan BUMS terhadap Keadaan KUD dan Anggotanya.Tesis Program Pascasarjana Unpad, Bandung.




BAB 2 : Ekonomi Koperasi #

Pengaruh Kemitraan Usaha Terhadap Kinerja Usaha Pada UsahaKecil Dan Menengah (UKM) Dan Koperasi Di Kabupaten Jeneponto Sulawasi Selatan
Saparuddin M*
Basri Bado**
BAB II

I.                  METODE PENELITIAN
Penelitian ini menganalisis mengenai pengaruh kemitraan usaha dalam aspek : akses pemasaran, pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia, akses permodalan serta keterkaitan manajemen pengelolaan usaha dan organisasi terhadap kinerja usaha finansial dan kinerja usaha non finansial pada usaha kecil menengah. Obyek penelitian sebagai variabel bebas (independent Variable) adalah kemitraan usaha antara koperasi dengan usaha besar atau dengan lembaga ekonomi lainnya.Obyek penelitian yang merupakan variabel terikat (dependent variable) adalah kinerja usaha finansial dan kinerja usaha non finansial.Unit populasi dalam penelitian ini sebanyak 19 koperasi yang telah bermitra usaha dengan perusahaan besar atau lembaga ekonomi lainnya dari tahun 2007-2010 di Kabupaten Jeneponto.
Dalam penelitian ini digunakan metode survey, sedangkan teknik pengambilan data dengan cara sensus, yaitu penelitian yang mengambil informasi dari responden tanpa proses sampling dan pengumpulan data menggunakan daftar pertanyaan yang telah terstruktur dalam bentuk kuesioner, serta data sekunder yang diperoleh dari instansi pemerintah daerah yang terkait.
Secara struktural, hubungan antar variabel penelitian dapat digambarkan sebagai berikut :


            Populasi dalam penelitian ini adalah usaha kecil menengah dan koperasi yang ada di Kabupaten Jeneponto yang telah mengadakan kemitraan usaha dengan perusahaan besar atau lembaga ekonomi lainnya dalam jangka waktu antara tahun 2007 sampai dengan tahun 2010. Data terakhir menurut kantor Badan Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jeneponto (Agustus 2011) usaha kecil menengah termasuk koperasi yang telah mengadakan Kemitraan usaha dari tahun 2007 sebanyak 21 unit usaha. Oleh karena itu populasi yang diteliti sebanyak 21 usaha kecil menengah dan koperasi, karena satuan pengamatan memungkinkan diambil secara keseluruhan, maka teknik yang digunakan adalah sensus.
            Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Jalur (Path Analysis).Analisis jalur (Path Analysis) digunakan untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung kemitraan usaha terhadap kinerja usaha, dan juga hubungan diantara variabel independen baik secara simultan maupun secara parsial.

II.               HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pengujian Sub Hipotesis Penelitian
Sub hipotesis yang akan diuji adalah Pengaruh kemitraan usaha yang mencakup 4 Sub variabel yakni : Akses Pemasaran, Pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia, akses permodalan dan keterkaitan manajemen pengelolaan usaha dan organisasi berpengaruh terhadap kinerja usaha finansial dan kinerja usah non finansial.
Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode analisis jalur (path anlysis) maka pengujian keempat sub variabel tersebut dapat dirangkum pada Tabel berikut ini:

Tabel Hasil Pengujian sub hipotesis (Pengujian Secara Parsial)

Dari hasil pengujian ke empat sub hipotesis seperti yang tampak pada Tabel di atas, maka dapat diinterpretasikan hasil pengujian variabel-variabel kemitraan usaha berpengaruh secara parsial terhadap kinerja usaha finansial dan kinerja usaha non finansial sebagai berikut:
Sub Hipotesis Pertama Pengaruh Kemitraan usaha dalam aspek Akses Pemasaran (X1) terhadap Kinerja usaha Finansial (Y1 ) dan Kinerja Usaha Non Finansial : Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa kemitraan usaha pada sub variabel Akses Pemasaran berpengaruh positif terhadap kinerja usaha finansial sebesar 0,2671atau 26,71%, dan berpengaruh positif terhadap kinerja usaha non finansial sebesar 0,2021 atau 20,21%. Hasil uji hipotes ternyata keduanya menunjukkan t hitung lebih besar dari ttabel berarti H0 ditolak dan H1 diterima, dan ada pengaruh positif signifikan kemitraan usaha dalam aspek akses pemasaran terhadap kinerja usaha finansial dan kinerja usaha non finansial di Kabupaten Jeneponto.
Hasil analisis tersebut mengindikasikan bahwa akses pemasaran dari program kemitraan usaha memberikan peranan nyata terhadap peningkatan kinerja usaha pada usaha kecil menengah dan koperasi di kabupaten Jeneponto. Nilai positif dari analisis jalur tersebut bermakna bahwa semakin mudah usaha kecil menengah dan koperasi terakses ke pasar maka akan semakindapat meningkatkan kinerja usahanya.
Dari hasil pengujian hipotesis tersebut didukung oleh Kaplan dan Norton dalam Sotjipto (1997:21) yang mengemukakan bahwa untuk mengukur kinerja sebuah perusahaan ada beberapa aspek yang menjadi ukuran, salah satu aspeknya adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh pelanggan (customer) yang dilihat penguasaan pasar.
Dalam penguasaan pangsa, maka perusahaan harus menyusun sebuah strategi untuk membangun akses pasar dan informasi pasar akan yang akan berdampak pada meningkatnya nilai tambah sebagai hasil akhir dari timbulnya transparansi mengenai jumlah, kualitas, harga dari produk yang dihasilkan. Upaya-upaya yang dilakukan untuk membangun akses pasar dalam kemitraan usaha menurut Hafsah (1999: 176) antara lain adalah :

1.     Pengembangan pasar internasional melalui promosi, lobby, penyebaran informasi,
 mengikuti expo, termasuk menjalin hubungan bermitra usaha dengan perusahaan
 distributor internasional.
2.      Pengembangan pasar domestik melalui temu koordinasi, temu usaha, promosi dan
 lainnya.
3.      Pengembangan informasi produk, database komoditi dagangan yang prosfektif
 dan jasingan pasar melalui penyebarluasan brosur, mengembangakan database
 komoditi yang dapat diakses oleh pelaku agribisnis diseluruh Indonesia dan
 internasional.

Sub Hipotesis 2 Pengaruh Kemitraan usaha dalam aspek Pembinaan dan Pengembangan SDM terhadap Kinerja Usaha Finansial dan Non Finansial : Hasil Analisis koefisien jalur menunjukkan bahwa Aspek pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap terhadap kinerja finansial (Y1) sebesar = 0,30175 atau 30,17%, dan berpengaruh positif terhadap kinerja usaha non finansial sebesar 0,20912 atau 20,91%. Hasil uji hipotes ternyata keduanya menunjukkan t hitung lebih besar dari ttabel berarti H0 ditolak dan H1 diterima, dan ada pengaruh positif signifikan kemitraan usaha dalam aspek pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia signifikan berpengaruh terhadap kinerja usaha finansial dan kinerja usaha non finansial di Kabupaten Jeneponto.

Hal tersebut memberikan indikasi bahwa bahwa kemitraan usaha dalam aspek pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia memberikan peranan nyata terhadap peningkatan kinerja usaha pada usaha kecil menengah dan koperasi di Kabupaten Jeneponto. Artinya semakin baik pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia pada usaha kecil menengah dan koperasi, semakin positif kinerja usaha bagi usaha kecil menengah dan koperasi, atau sebaliknya semakin kurang pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan melalui kemitraan usaha, maka akan semakin menurun kinerja usaha bagi usaha kecil menengah dan koperasi di kabupaten Jeneponto.
Hal ini menujukkan bahwa peningkatan kinerja usaha bagi usaha kecil menengah dan koperasi sangat terkait dengan kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya.Salah satu upaya yang dilakukan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusianya adalah melalui pendidikan dan pelatihan yang bebermitra usaha dengan perusahaan mitra (perusahaan besar).
Dari temuan tersebut seiring dengan Marco Sumampow (1997: 20) yang menyatakan bahwa perkembangan bisnis atau kinerja suatu usaha tidak dapat dipsahkan dari perkembangan kualitas sumber daya manusianya.Perusahaan yang ingin meningkatkan kinerjanya harus mempunyai komitmen terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia.Hal ini berarti berarti investasi sumber daya manusia melalui pelatihan harus mendapatkan perioritas tinggi di perusahaan/organisasi agar pengetahuan, keterampilan dan kemampuan sumber daya manusia tidak menjadi uasng (absolute).
Demikian juga dikemukakan oleh Adi Sasono (2001:12) yang menyatakan menyatakan bahwa sedikitnya terdapat 5 (lima) desain dan strategis yang harus ditempuh dalam penguatan dan peningkatan kinerja Usaha Kecil Menengah dan Koperasi, salah satunya adalah pembinaan dan peningkatan sumber daya manusia yang dimilikinya.
Keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kemitraan sangat ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusianya terutama dalam menerapkan strategi bisnis yang telah ditetapkan. Dengan kata lain keberhasilan kemitraan akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia sebagai pelaku utama kemitraan. Kemampuan untuk menguasai teknologi, manajemen, informasi pasar dan lain sebagainya sangat berkaitan erat dengan faktor manusianya.
            Pilihan strategi untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia bagi usaha kecil menengah dan koperasi merupakan alternatif terbaik dalam mengurangi kegagalan pelaksanaan kemitraan. Keberhasilan dalam menerapkan strategi ini akan berdampak langsung pada makin membaiknya kinerja bagi usaha kecil menengah dan koperasi. Oleh karena itu peningkatan kinerja usaha akan bermuara pada makin meningkatnya nilai tambah yang diperoleh usaha kecil menengah dan koperasi dalam melaksanakan kemitraan usaha dengan perusahaan besar.
Sub Hipotesis 3 Pengaruh Kemitraan usaha dalam aspek Akses Permodalan terhadap Kinerja Usaha Finansial dan Non-Finansial : Nilai koefisien jalur kemitraan usaha dalam aspek akses permodalan (X3) berpengaruh positif terhadap kinerja usaha finansial (Y1) sebesar = 0,11136 atau sebesar 11,13% dan berpengaruh positif terhadap kinerja usaha non finansial (Y2) sebesar = 0,198 atau sebesar 19,8%. Hasil uji hipotes ternyata keduanya menunjukkan t hitung lebih besar dari ttabel berarti H0 ditolak dan H1 diterima, dan ada pengaruh positif signifikan kemitraan usaha dalam aspek akses permodalan signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja usaha finansial dan kinerja usaha non finansial di Kabupaten Jeneponto.
Hal tersebut memberikan indikasi bahwa bahwa kemitraan usaha dalam aspek akses permodalan memberikan peranan nyata terhadap peningkatan kinerja usaha pada usaha kecil menengah dan koperasi di Kabupaten Jeneponto. Artinyasemakin mudah usaha kecil menengah dan koperasi terakses kepada sumber-sumber permodalan melalui kemitraan usaha, maka akan semakin cenderung meningkatkan kinerja usahanya. Sebaliknya semakin kurang terakses kepada sumber permodalan maka akan berdampak kepada menurunnya kinerja usaha usaha pada usaha kecil menengah dan koperasi di kabupaten Jeneponto.
Sub Hipotesis 4 Pengaruh Kemitraan usaha dalam aspek Keterkaitan Manajemen Pengelolaan Usaha dan Organisasi Terhadap Kinerja Usaha Finansial dan Non-Finansial : Dari hasil analisis jalur menunjukkan bahwa aspek keterkaitan manajemen pengelolaan usaha dan organisasi (X4) berpengaruh positif sebesar = 0,14986 atau 14,98% dan hasil uji hipotesis ternyata menunjukkan bahwa thitung lebih kecil daripada ttabel berarti H0 ditolak dan H1 diterima, ternyata tidak ada pengaruh yang positif dari aspek keterkaitan manajemen pengelolaan usaha terhadap kinerja usaha finansial pada usaha kecil menengah dan koperasi di kabupaten Jeneponto. Hasil analisis jalur tersebut mengindikasikan bahwa aspek keterkaitan manajemen pengelolaan usaha dan organisasi tidak memberikan peranan yang nyata terhadap perubahan kinerja usaha finansial pada usaha kecil menengah dan koperasi di Kabupaten Jeneponto, akan tetapi nilai positif dari analisis jalur bermakna bahwa semakin baik hubungan keterkaitan manajemen pengelolaan usaha dan organisasi, maka akan semakin berpengaruh terhadap peningkatan kinerja usaha finansial pada usaha kecil menengah dan koperasi di Kabupaten Jeneponto.
Hasil analisis jalur juga tampak bahwa aspek keterkaitan manajemen pengelolaan usaha berpengaruh positif sebesar 0,34171 atau sebesar 34,17% terhadap kinerja usaha non finansial, hasil uji hipotesis menunjukkan t hitung lebih besar dari ttabel, berarti H0 ditolak dan H1 diterima, dan ada pengaruh positif signifikan kemitraan usaha dalam aspek keterkaitan manajemen pengelolaan usaha dan organisasiterhadap kinerja usaha non finansial di Kabupaten Jeneponto.
Hasil analisis tersebut mengindikasikan bahwa adanya aspek keterkaitan manajemen pengelolaan usaha dan organisasi dapat memberikan peranan yang nyata terhadap kinerja usaha non finansial, artinya semakin baik keterkaitan manajemen usaha dan organisasi yang terjalin dalam kemitraan usaha akan semakin meningkatkan kinerja usaha non-finansial, sebaliknya semakin kurang keterkaitan manajemen pengelolaan usaha dan organisasi akan semakin menurunkan kinerja usaha non-finansial pada usaha kecil menengah dan koperasi di kabupaten Jeneponto.
Berdasarkan rangkuman hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa peningkatan kinerja usaha finansial dan kinerja usaha non finansial pada usaha kecil menengah dan koperasi di Kabupaten Jeneponto di pengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah adanya bermitra usaha dalam bentuk bermitra usaha dengan perusahaan besar dan lembaga-lembaga ekonomi dan non ekonomi lainnya. Bermitra usaha dalam bentuk bermitra usaha tersebut dapat membantu usaha kecil menengah dan koperasi dalam aspek kemudahan untuk dapat terakses ke pasaran, adanya bermitra usaha dalam pembinaan dan pengembangan potensi sumber daya manusia yang dimiliki oleh usaha kecil dan koperasi, serta adanya kemudahan untuk dapat terakses kepada sumber-sumber permodalan.



BAB 1 : Ekonomi Koperasi #

Pengaruh Kemitraan Usaha Terhadap Kinerja Usaha Pada UsahaKecil Dan Menengah (UKM) Dan Koperasi Di Kabupaten Jeneponto Sulawasi Selatan
Saparuddin M*
Basri Bado**
BAB I
ABSTRACT
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari kemitraan bisnis antara usaha kecil dan menengah (ukm), pemerintah, perbankan dan lembaga lainnya, dibidang pemasarannya, pengembangan sumber daya manusia, akses ke modal, dan organisasi manajerial terhadap kinerja bisnis keuangan dan kinerja bisnis keuangan di jeneponto (Sulawesi selatan). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan survei, teknik random sampling dengan unit 21 sebagai sampel.Studi kepustakaan, observasi, dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data primer dan sekunder.Analisis ini diguanakan untuk menganalisis data.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara simultan dan parsial, kemitraan usaha anatara usaha kecil dan menengah, pemerintah, perbankan, dan dan lemabaga lain di bidang pemasaran, pengembangan sumber daya manusia, akses permodalan, dan organisasi manajerial berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja bisnis keuangan dan non keuangan. Kinerja bisnis keuangan paling dipengaruhi oleh perkembangan  akses aspek sumber daya manusia, dan kinerja bisnis non keuangan yang paling dipengaruhi oleh aspek organisasi majerial.
Kegiatan pendidikan dan pelatihan dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM ditingkat propinsi,kota, serta tingkat kabupaten memberikan dampak yang cukup signifikan, hal ini dapat dilihat dari tanggapan responden yang pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan. Kegiatan diklat yang diikuti oleh sejumlah pengurus maupun pengelola koperasi secara umum memberikan dampak yang positif.

I.                  PENDAHULUAN
           Salah satu wujud usaha ekonomi yang berbasis kerakyatan adalah koperasi dan usaha kecil menengah.Usaha kecil menengah dan koperasi merupakan bagian terbesar sekaligus pilar penopang utama dari perekonomian nasional harus diberikan peluang dan peran yang lebih besar agar menjadi tulang punggung ekonomi nasional.Permasalahan mendasar pada usaha kecil dan menengah dan koperasi adalah diantaranya kurangnya kemampuan manajemen dan profesionalisme serta terbatasnya akses terhadap permodalan, penguasaan teknologi informasi dan jaringan pemasaran.Faktor ini kadangkala menjadi penghambat berkembangnya usaha kecil dan menengah serta menjadi alasan logis bagi pengusaha besar untuk tidak melakukan kerjasama atau bermitra bisnis dengan usaha kecil menengah dan koperasi.Berbagai upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk mewujudkan kemitraan antara lain dengan lahirnya undang-undang No. 9 tahun 1995 tentang usaha kecil dimana khusus mengatur tentang kemitraan usaha dan dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 1997. Pihak pemerintah melalui departemen ditugaskan untuk membina dan mendorong terlaksananya kemitraan usaha, demikian pula berbagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang kemitraan.Namun demikian karena kompleksnya permasalahan yang timbul dan belum terkoordinasinya pihak-pihak yang bermitra maka sasaran utama dari upaya-upaya ke arah kemitraan masih perlu pembuktian, namun tidak dapat disangkal gaung dan nuansa politiknya sudah cukup menggelegar sebagai modal dasar untuk menggelindingkan bola salju kemitraan di masa-masa mendatang.

II.               KAJIAN TEORI
Konsep Kemitraan usaha
Dalam suasana persaingan yang semakin kompetitif, keberadaan usaha kecil menengah dan koperasi dituntut untuk tetap dapat bersaing dengan pelaku usaha lainnya, karena lembaga ini dianggap cukup representatif dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.Dalam konteks ini, langkah kerjasama dalam bentuk kemitraan usaha merupakan suatu strategi untuk dapat mengembangkan usaha kecil menengah dan Koperasi.Secara moril kerjasama ini sangat diperlukan adanya dukungan yang maksimal dari pihak pengusaha besar melalui paket pembinaan.Sedangkan pilihan alternatif pemberdayaan pada usaha kecil menengah dan koperasi adalah melalui konsep mekanisme kerjasama atau keterkaitan dengan perusahaan besar dalam bentuk kemitraan usaha, sebagai upaya untuk mempersempit kesenjangan yang terjadi antara usaha kecil menengah yang sebagian besar memayungi masyarakat miskin dengan BUMN dan swasta.
Kemitraan merupakan terjemahan kebersamaan (partnership) atau bagian dari tanggungjawab sosial perusahaan terhadap lingkungannya sesuai dengan konsep manajemen berdasarkan sasaran atau partisipatif.Karena sesuai dengan konsep manajemen partisipatif, perusahaan besar harus juga bertanggungjawab mengembangkan usaha kecil dan masyarakat pelanggannya, karena pada akhirnya hanya konsep kemitraan (partnership) yang dapat menjamin eksistensi perusahaan besar, terutama untuk jangka panjang.Setiap pihak yang bermitra usaha baik sebagai pionir maupun sebagai mitra, tidak hanya dilakukan hanya sekedar belas kasihan oleh yang kuat terhadap yang lemah, tetapi kemitraan seyogyanya terjalin kinerja karena kehendak bisnis yang dibarengi dengan rasa tanggungjawab sosial yang kuat.
Kerjasama dalam bentuk bermitra usaha antara usaha kecil menengah dan koperasi harus didasarkan atas prinsip sinergi, yaitu saling membutuhkan dan saling membantu. Prinsip saling membutuhkan dimaksudkan, pihak usaha besar akan selalu mengajak usaha kecil menengah dan koperasi sebagai partner in progress. Adanya prinsip saling membutuhkan maka secara langsung pihak yang bekerjasama (bermitra usaha) memunculkan prinsip saling membantu.Adanya tekad yang kuat sangat diperlukan dari semua pihak, pengusaha besar memiliki visi yang jelas dalam bermitra, dan pengusaha kecil memiliki prospek bisnis yang baik.
Pola kemitraan sub kontrak merupakan upaya yang paling efektif untuk membangun industri kecil yang mandiri. Dalam pola ini mereka bisa memperoleh kepastian pasar, kepastian pasokan bahan baku dan bagaimana melakukan sistem manajemen yang baik.kemitraan dalam bentuk sub- kontrak dapat menguntungkan kedua pihak yang bermitra karena adanya technical linkages dan berbagi resiko dan dalam hal ini tidak ada superioritas dan inferioritas; yang ada hanya mutual relationship, saling membantu karena adanya proses produksi yang saling menguntungkan.
Pola kemitraan pemerintah digolongkan menjadi 2, yaitu :
1.      Direct Economic Link Pages
Dimana sub-kontrak masuk kedalam golongan ini

2.      Indirect Economic Link Pages
Dalam hubungan ini industri besar membantu industri kecil yang produknya berada diluar line of business industri besar tersebut

Yang termasuk dalam pola kemitraan pemerintah adalah pola hubungan dagang, dimana perusahaan besar bertindak sebagai pemasar produk industri kecil dan kerajinan. Adanya keterkaitan antara usaha kecil menengah dan koperasi dengan usaha besar sangat beragam baik ditinjau dari aspek permodalan, pembinaan, manajemen serta memberikan manfaat terhadap akses-akses bagi pihak bermitra.kemitraan mengandung beberapa unsur antara lain pemberian kesempatan pelatihan sumber daya manusia, ada redistribusi asset produktif dari yang kuat kepada yang lemah, ada akses terhadap sumber-sumber pendanaan, ada akses informasi dan teknologi, dan ada akses terhadap pasar. Kerjasama yang dikembangkan melalui kemitraan akan memberikan manfaat baik bagi usaha kecil menengah dan koperasi maupun bagi usaha besar dalam membentuk jaringan usaha dan jaringan distribusi pemasaran produk.
Untuk meningkatkan kemajuan usaha kecil, terutama mengecilkan kesenjangan antara usaha kecil menengah dengan usaha besar, semua pihak harus berpartisipasi, harus ada partisipasipengusaha besar, juga pengusaha kecil. Adanya paket kemitraan untuk pemberdayaan usaha kecil menengah dan koperasi telah memunculkan suatu dinamika baru terhadap akses bisnis usaha kecil menengah dan koperasi.Untuk itu, diperlukan adanya suatu pola hubungan kerjasama dengan usaha besar.Namun untuk menjamin kelanjutan (kontinuitas) mekanisme tersebut sangat diperlukan beberapa hal yang menjadi landasan dalam bentuk perikatan usaha.Kerjasama atau kemitraan usaha dimaksudkan agar terdapat hubungan yang sinergi, tidak satu pihak pun yang dikorbankan karena kepentingan pihak lain.Keterkaitan berupa hubungan kemitraan usaha (kerjasama usaha) antara pengusaha besar seperti BUMN, perusahaan swasta dan lembaga ekonomi lainnya dengan pengusaha kecil menengah dan koperasi,harus berdasarkan :

            1.      Saling membutuhkannya, ukurannya adalah : motivasi hubungan kemitraan, jenis
                        produk terkait, sistem pengelolaan hubungan kemitraan.
2.      Asas saling memperkuat, ukurannya adalah : jenis dan syarat bantuan, dampak
                       bantuan.
3.      Asas saling menguntungkan, ukurannya adalah: pengembangan aspek ekonomi dan
      kesejahteraan, pengembangan aspek kultural


Konsep kemitraan :
1.          Usaha kecil dan usaha besar melaksanakan hubungan kemitraan dengan usaha kecil.
2.          Pelaksanaan hubungan kemitraan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1
         diupayakan ke arah terwujudnya keterkaitan usaha.
3.          Kemitraan dilaksanakan dengan disertai pembinaan dan pengembangan dalam
         salah satu atau lebih bidang produksi dan pengolahan, pemasaran, permodalan
         sumber daya manusia, teknologi.
4.          Dalam melaksanakan hubungan kedua belah pihak mempunyai kedudukan
         hukum yang setara.

Masalah atau kendala pada ukm dan koperasi :
1.          Lemahnya kemampuan manajemen usaha
2.          Tidak memiliki catatan atau administrasi usaha
3.          Pengelolaan harta perusahaan tidak terpisah dari kehidupan ekonomi rumah
         tangga , kebutuhan usaha dan kebutuhan rumah tangga masih menjadi satu dan
         beban pengeluaran usaha.
4.          Tidak memenuhi segala persyaratan perizinan usaha
5.          Skala permodalan usaha dan kebutuhan kreditnya terlalu kecil, sehingga tidak
         efisien dilayani oleh Bank.
6.          Kurang mampu memenuhi persyaratan formal untuk memperoleh kredit dari
         bank.



 Gambar Paradigma Penelitian


Minggu, 20 Oktober 2013

Download Kana Nishino - Sayonara (さよăȘら) Single [FULL] + Lyric & Translation ^_^


è„żé‡Žă‚«ăƒŠ - さよăȘら

Kana Nishino - Sayonara 



     

    Single: Sayonara (さよăȘら)  

    NHK Drama Series 「Glass no Ie」 OST theme song
    NHKé€Łç¶šăƒ‰ăƒ©ăƒž「ă‚Źăƒ©ă‚čた柶」äž»éĄŒæ­Œ


   Sayonara (さよăȘら) single  tracklist :
   1. Sayonara (さよăȘら)
   2. Aitakute Aitakute (äŒšă„ăŸăăŠ äŒšă„ăŸăăŠ)
   3. Brand New Me 

   Download Kana Nishino - Sayonara Single [FULL]  ^^ :   DOWNLOAD 

   Sayonara Lyric :
   
Original / Romaji LyricsEnglish Translation
 Kimi no saigo no kotoba ni
 tachi tsukusu watashi ga ita
‘dare mo waruku nai’
‘kirai ni natta wake ja nai’
‘ima made arigatƍ’ da nante

futari no daiji na mono ga
itsunomanika surechigatte
onaji toki o sugoshi nagara
watashi hitori dake ga isoide itan da

juu nen go mo aeru yo
onaji basho de aeru yo
omoidoori ni wa ikanai kamo shirenai kedo
itsuka mata
guuzen demo aeru yo
kitto koko de aeru yo
futari ga egaite ita
ano hi no mirai ga
kitto kanau you ni

kimi ni wa sou yume ga atta
kawarenai watashi ga ita
saki no mienai
zutto matte mo wakaranai
ato sukoshi no shinbou nante

sabishikute honno sukoshi no
jikan ga itsumo shiawase datta yo
onaji michi o aruki nagara
mite iru mirai ga chigatte itan da

juu nen go mo aeru yo
onaji basho de aeru yo
omoidoori ni wa ikanai kamo shirenai kedo
itsuka mata

guuzen demo aeru yo
kitto koko de aeru yo
futari ga egaite ita
ano hi no mirai ga
kitto kanau you ni

ah suki to iu kimochi dake ja
dame nante shinjitakunai kedo
mou doushiyou mo nai no sou sou
kimi to deaeta
kimi o aishita
sono kotoba ni wa hitotsu mo uso wa nai kara
itsuka mata
guuzen demo aeru yo
kitto koko de aeru yo
futari ga egaite ita
ano hi no mirai ga
kitto kanau you ni
because your last words
i was standing still
you said "it's no one fault"
"it doesn't mean that i hate you"
"thank you for everything"

two person's precious thing
without knowing, became different
while spending time together
just me, who was in hurry

even 10 years passed, we can meet again
we can meet in the same place
it may not same as we imagine
someday
even by chance, we can meet
i sure i can meet you here again
the future that drew that day
by two people
we'll make it come true

you have dreams
i can't change myself
we can't see the future
even we wait, we won't understand
we just have a little patience

i feel lonely
just a little time with you make me feel happy
while walking in the same road with you
the future that we're looking were different

even 10 years passed, we can meet again
we can meet in the same place
it may not same as we imagine
someday
even by chance, we can meet
i sure i can meet you here again
the future that drew that day
by two people
we'll make it come true

ah.. even I won't believe
that the feeling called 'love' was hopeless
there is no other way than separation like this
encounter with you
loving you
there's no lies on these words
someday
even by chance, we can meet
i sure i can meet you here again
the future that drew that day
by two people
we'll make it come true