kana nishino

Rabu, 24 Oktober 2012

BAB 4 : Kewiraswastaan dan Perusahaan kecil


Kewiraswastaan dan Perusahaan kecil

® 1.Kewiraswastaan, wiraswasta, wiraswastawan
Kewiraswastaan adalah kemampuan dan kemauaan seseorang untuk beresiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang dan usaha untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil. Didalam kewiraswastaan kita harus mengetahui  lingkungan perusahaannya, secara umum ada tiga cara untuk memasuki perusahaan dan menjadikannya hak milik, yaitu
:membeli perusahaan yang telah dibangun, memulai perusahaan baru, membeli hak lisensi atau biasa disebut Franchising atau waralaba.

Pengertian Wiraswasta, Wiraswasta itu terdiri dari kata :

1. Wira : Manusia unggul, teladan, berbudi luhur, berjiwa besar, berani, pahlawan dan memilikikeagungan watak
2. Swa : Sendiri
3. Sta   : berdiri

dapat disimpulkan :
Wiraswasta adalah orang yang memiliki pribadi hebat, produktif, kreatif, melaksanakan kegiatan perencanaanbermula dari ide sendiri, kemudia mengembangkan kegiatannya dengan menggunakan tenaga orang lain danselalu berpegang pada nilai-nilai disiplin dan kejujuran yang tinggi

untuk menjadi seorang wiraswasta kita harus memiliki kemampuan untuk:
* berdiri diatas kekuatan sendiri
* memiliki semangat bersaing
* mengambil keputusan untuk diri sendiri
* berani mengambil resiko
* menggerekan perekonomian masyarakat untuk maju kedepan
* tegas dan tingkat energi tinggi
* menetapkan tujuan atas dasar pertimbangan sendiri



Unsur – unsur penting wiraswasta
Ada empat unsur dalam berwiraswasta, yaitu :
·        unsur pengetahuan
·        unsur keterampilan
·        unsur sikap mental
·        unsur kewaspadaan.
  
Wiraswastawan
Pengertian wiraswastawan : adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup. Mereka juga orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya atau lebih singkatnya adalah orang yg membuka lapangan pekerjaannya sendri.


® 2. Perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan

perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan ialah perusahaan kecil yang telah memiliki managemen perusahaan tingkat perusahaan besar. Perusahaan Kecil memegang peranan penting dala komunitas perusahaan swasta. Pengalaman di beberapa Negara maju (Amerika, Inggris, Jepang, dan sebagainya) menunjukka bahwa komunitas perusahaan kecil memberikan kontribusi yang perlu diperhitungkan di bidang produksi, pajak, penyedia lapangan kerja, dan lain sebagainnya.



Ada 3 Cara memasuki perusahaan kecil, yaitu :
1.Membeli perusahaan yang telah dibangun
2. Memulai perusahaan baru
3. Membeli hak lisensi ( Franchising/waralaba )

® 3.Perkembangan franchising di indonesia

Franchising atau Waralaba atau dari bahasa Perancis untuk kejujuran atau kebebasan adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan atau penjualan barang dan jasa.

pada saat ini, franchise lokal mulai memadati pasar franchise Indonesia dari 30 meningkat hingga 85 merek produk yang berkembang. Menurut data Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) menargetkan pertumbuhan usaha waralaba (franchise) di Tanah Air tahun depan berkisar antara 2% – 3%. Pertumbuhan usaha waralaba ini lebih kecil dibandingkan dengan pertumbuhan business opportunity (BO) yang ditargetkan sebesar 10% hingga 12%.Perkembangan waralaba di Indonesia. Penyelenggaraan waralaba diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2008.

Memilih usaha dengan cara waralaba (franchising)
Menurut Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar, ada kiat-kiat tertentu dalam memilih usaha waralaba yang baik.
Bisnis waralaba yang baik adalah usaha yang dibutuhkan sehari-hari yaitu makanan, minuman, pendidikan, salon, bengkel, bidang ritel. Selain itu, Anang mengatakan ada beberapa daerah yang berpotensi mengembangkan produknya, untuk waralaba seperti di Jawa Tengah dan Yogyakarta cocok dengan  makanan dan batiknya, dan untuk Bali dengan produk kerajinan kayu dan pakaian.
Anang juga mengingatkan agar para pemodal sebaiknya berhati-hati dalam menentukan dan mengambil peluang usaha melalui waralaba. Mengingat sekarang ini sering terjadi kerancuan antara waralaba (franchise) dengan bussiness opportunity (BO).
Konsep waralaba yang secara legal dan dalam PP No. 42 tahun 2007 dijabarkan bahwa waralaba harus terbukti benar-benar menguntungkan, selain itu proses aplikasi bisnisnya mudah diterapkan dan diajarkan kepada pengambil pewaralaba dan lain-lain. “Franchise itu sudah pasti business opportunity (BO), tetapi BO belum tentu franchise,” kata Anang.
Ia juga mencatat ada dua hal yang penting dalam menentukan waralaba diantaranya masalah keteraturan zona wilayah persebaran unit waralaba di setiap daerah. Apakah pihak pemberi waralaba membatasi para pelaku yang bermain di wilayah tertentu atau tidak. Sehingga tidak terjadi persaingan antar sesama pewaralaba.

Memilih waralaba

tips memilih waralaba, yaitu :
1.     Jangan minder saat berhadapan dengan staf  bisnis waralaba.
2. Coba kenali latar belakang perusahaan atau sang pengusaha, bonafiditas, pengalaman, potensi pasar, peta persaingan, serta keunggulan dan keunikan produk atau sistem mereka.
3.  Jangan segan menyelidiki kondisi keuangan pewaralaba. Kinerja mereka di masa lalu bisa menjadi pantulan prospek usaha Anda di masa depan. Pewaralaba yang baik tak akan segan membagi informasi penting ini. Waralaba yang layak pilih adalah perusahaan yang telah menghasilkan untung selama bertahun-tahun, setidaknya lebih dari 3 tahun.
4.   Pilihlah brand waralaba yang sudah dikenal masyarakat. Sebagian brand waralaba luar negeri tak dikenal di sini. Tapi, kalau nama mereka cukup terkenal secara Internasional,  layaklah untuk dipertimbangkan. Jadi jangan segan menyelidiki reputasi mereka lewat internet atau kenalan di luar negeri.
5.     Bisnis waralaba bukanlah deposito atau obligasi pemerintah yang berbunga tetap. Karena itu, jangan pertaruhkan seluruh kekayaan Anda pada bisnis yang ingin Anda masuki. Sehebat apa pun waralaba yang hendak Anda ikuti, resiko bisnis tetap ada. Soalnya, ada banyak faktor ekonomi yang tidak berada dalam kendali perusahaan atau pelaku ekonomi mana pun, sehebat apa pun sistem dan keunggulan mereka.
6. Pelajari dan cermati draf kontrak sebaik-baiknya. Jangan terburu-buru menganggukkan kepala dan berjabat tangan tanda sepakat. Ingat, semua kewajiban dan hak Anda tercatat dalam dokumen kontrak. Jadi, jangan sampai kontrak itu nantinya hanya merugikan Anda.

Keunggulan dan kekurangan system waralaba (franchising)
Keunggulan:
Sebagai franchisee (penerima waralaba)
1.     Memperoleh program pelatihan yang terstruktur dari franchisor
2.     Mendapat bantuan manajemen secara terus menerus
3.     Mendapat keuntungan dari kegiatan operasional dibawah nama dagang yang telah mapan.
4.     Membutuhkan modal yang lebih kecil.
5.     Resiko bisnis relatif kecil.
6.     Memperoleh dukungan riset dan pengembangan dari franchisor.
7.     Mendapatkan akses kepada sumber-sumber pembiayaan.
8.     Pendampingan dalam memilih lokasi yang strategis.
9.     Dapat melakukan promosi bersama outlet lainnya.
Sebagai franchisor (pemberi waralaba):
1.     Perluasan usaha cepat berkembang.
2.     Modal pengembangan usaha relatif sedikit.
3.     Tingkat pengembalian investasi tinggi, karena adanya:
§  Franchise fee
§  Royalty fee
§  Advertising fee
§  Merchandising
§  dan lain-lain
4.     Kekuatan pemasaran tinggi, karena memiliki cabang yang lebih banyak.
Kekurangan sistem waralaba
1.     Adanya keharusan membayar royalty fee kepada franchisor untuk penggunaan sistem waralaba.
2.     Kemungkinan kerjasama dan kualitas dukungan franchisor yang tidak konsisten sesuai kontrak kerjasama.
3.     Ketergantungan yang besar kepada franchisor sehingga menjadi kurang mandiri.
4.     Reputasi dan citra bisnis yang diwaralabakan menurun di luar kontrol franchisor dan franchisee.

Jenis usaha yang  bisa menggunakan sistem waralaba:
§  Bisnisnya bisa distandarkan (bentuk, desain, cara operasional, bahan baku,dan lain-lain)
§  Memiliki keunikan (berbeda dari kompetitor, tidak mudah ditiru, dan memberikan nilai tambah untuk penjualan)
§  Transferable dan transparan (dapat diajarkan dan mampu bersifat terbuka)
§  Terbukti sudah berhasil dijalankan
§  Marginnya cukup besar untuk berbagi royalty
§  Bahan bakunya bisa disediakan di berbagai lokasi
§  Prospek bisnisnya cukup besar untuk jangka panjang

® 4.Ciri – cirri perusahaan kecil
ciri-ciri umum usaha kecil, yaitu :

1. Kegiatannya cenderung tidak formal dan jarang yang memiliki
rencana usaha;
2. Struktur organisasi bersifat sederhana;
3. Jumlah tenaga kerja terbatas dengan pembagian kerja yang
longgar;
4. Kebanyakan tidak melakukan pemisahan antara kekayaan pribadi
dengan kekayaan perusahaan;
5. Sistem akuntansi kurang baik, bahkan sukar menekan biaya
6. Kemampuan pemasaran serta diversifikasi pasar cenderung
terbatas;
7.Margin keuntungan sangat tipis.

Berdasarkan pada beberapa ciri tersebut di atas, maka dapat
diketahui bahwa kelemahan dari usaha kecil selain dipengaruhi oleh
faktor keterbatasan modal juga tampak pada kelemahan
manajerialnya. Hal ini terungkap baik pada kelemahan
pengorganisasian, perencanaan, pemasaran, maupun pada kelemahan
akuntansinya.


Kelebihan / kekuatan perusahaan kecil
Apa sajakah kelebihan usaha kecil yang menguntungkan?
1.     Modal minim. kecilnya modal bukan alasan untuk tidak segera ACTION mulai usaha. Seberapa pun modal yang dimiliki, anda bisa segera memulai usaha sendiri.
2.     Tahan banting. Usaha kecil memiliki kemampuan untuk bertahan.
3.     Cepat ACTION. Sebab anda pemilik usaha kecil, maka tak perlu tunggu lama untuk ambil keputusan.
4.     Lebih fokus pada konsumen. Usaha kecil biasanya lebih fokus dalam melayani konsumen. Karena mengenal pelanggan lebih baik, membuat sebuah usaha kecil juga mampu melayani mereka dengan lebih optimal.
5.     Penuh tantangan. Memulai usaha kecil penuh dengan tantangan.
6.     Mudah beradaptasi. Karena tidak berhirarki panjang seperti usaha besar, usaha kecil punya kemampuan adaptasi yang tinggi.
7.     Ikut menggerakkan ekonomi masyarakat. Dari menyerap lapangan kerja sampai ikut menggerakkan ekonomi sekitar, usaha kecil berperan penting.
8.     Inovasi. Inovasi itu dilakukan dalam pengembangan produk, pemasaran, atau aspek internalnya. Inovasi juga lebih lebih mudah dilakukan ketimbang di usaha besar yang biasanya memiliki struktur organisasi dan proses kerja yang kompleks.
9.     Fleksibel. Usaha kecil punya sifat fleksibel. Ini membuatnya mampu menyesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi. Daya lentur usaha kecil ini yang membuatnya mampu bertahan dalam persaingan usaha.
10.Kebebasan. Bagi pemilik usaha kecil, kebebasan adalah hal yang paling didambakan. Bebas mengatur bagaimana strategi usahanya, bebas untuk mengambil keputusan terbaik bagi usahanya, serta disertai tanggung jawab untuk menanggung segala resikonya.

Kelemahan perusahaan kecil
Kelemahan perusahaan kecil, diantaranya :
1.     Terlalu banyak biaya yang dikeluarkan.
2.     Pembagian kerja yang tidak proporsional.
3.     Tidak mengetahui secara tepat berapa kebutuhan modal kerja karena tidak adanya perencanaan kas.
4.     Persediaan barang terlalu banyak, sehingga ada beberapa barang yang tidak laku.
5.     Sering terjadi mist-manajemen dan ketidakpedulian pengelolaan terhadap prinsip – prinsip manajerial.
6.     Sumber modal yang terbatas terhadap kemampuan pemilik.
7.     Perencanaan dan program pengendalian sering tidak ada atau belum pernah merumuskan

Kegagalan - Kegagalan perusahaan kecil
Sebagai Entrepreneur, tentu saja saya juga pernah mengalami kerugian bahkan kegagalan dalam berbisnis. Namun hal itu saya anggap sebagai pembelajaran yang perlu saya bayar mahal, demi meraih sukses di pengembangan bisnis-bisnis saya selanjutnya… pengalaman memang bisa menjadi guru terbaik sekaligus termahal… hehehe… Sebagai Mindset Navigator, tentunya bagi saya tidak ada istilah gagal… melainkan gagal itu adalah pembelajaran, bukan gagal dalam arti sebenarnya, jadi GAGAL = BELAJAR
Beberapa kendala tersebut juga punya pengaruh pada perkembangan bisnis, jika tidak segera diatasi.
secara langsung bisa menyebabkan KEGAGALAN BISNIS dan perlu disikapi dengan benar adalah berikut ini :
·         Tidak Ada Perencanaan Bisnis: Ingatlah! Tidak ada sukses tanpa perencanaan. Berbisnis harus memiliki VISI, SASARAN, dan ARAH bisnis yang telah direncanakan sebelumnya, dan bersifat dinamis.
·         Kurang Pengalaman: Tidak punya pengetahuan cukup tentang bisnis yang digeluti, tidak tahu bagaimana dan dimana membeli, menjual, berinteraksi dengan pelanggan, dlsb.
·         Tidak Cukup Modal: Tidak cukup uang untuk menjalankan operasional bisnis sehari-hari.
·         Persediaan Produk Tidak Terkendali: Terjadi penumpukan hasil produksi, akibat lemahnya sistem pemasaran, sehingga produk bisa rusak, tidak up-to-date, dan tidak terjual.
·         Pemasaran yang Lemah: Tidak mampu pasang iklan, tidak bisa mendistribusikan produk/jasa secara benar, dan tidak punya tim pemasar dan penjual yang andal.
·         Manajemen yang Buruk: Arsip dan catatan bisnis tidak tertata rapi, sering tidak tercatat, data-data bisnis tidak valid, tidak up-to-date.
·         Pegawai Tidak Terkendali: Rekrut pegawai yang tidak sesuai kriteria, tidak ada Job Description pegawai serta lemahnya pengawasan pegawai, dan terlalu banyak mempekerjakan pegawai.
·         Pengendalian Kredit yang buruk: salah memberikan kredit kepada orang / perusahaan yang tidak tepat , sehingga piutang bisnis makin bertambah banyak dan sulit tertagih.
·         Lokasi Usaha Tidak Tepat: Tempat usaha yang terlalu jauh dari fasilitas transportasi umum, dan tidak cukup permintaan terhadap produk/jasa di wilayah itu.
·         Owner Terlalu Cepat Menarik Uang: Pemilik bisnis ada kecenderungan terlalu cepat mengambil uang keuntungan bisnisnya, sehingga tidak cukup dana untuk melakukan ekspansi bisnis. Dana yang tersedia sekedar hanya untuk biaya operasional bisnis.


 ® 5.perbedaan antara kewirausahaan dengan BISNIS kecil
-Kewirausahaan : pelaku bisnis yang menerima resiko maupun peluang yang ada karena manciptakan dan mengoperasikan bisnis baru. yang membedakan adalah visi, aspirasi dan strategi.

-Bisnis kecil : tidak mempunyi rencana untuk pertumbuhan pertumbuhan yang hebat dan hanya mencari pendapatan yang aman dan nyaman



REFERENSI

http://bisnisukm.com/tips-memilih-waralaba-2.html
http://books.google.co.id/books?id=lcwYRjJES7YC&pg=PA27&lpg=PA27&dq=kelemahan+perusahaan+kecil&source=bl&ots=IQcXczp8px&sig=NXbengObNm4f_v2Smptp84OugYQ&hl=en&sa=X&ei=SeaHUPrAKsPTrQfdqYEw&ved=0CGIQ6AEwCA#v=onepage&q=kelemahan%20perusahaan%20kecil&f=false

Tidak ada komentar:

Posting Komentar