kana nishino

Senin, 16 Februari 2015

Planet Mirip Bumi Godzilla(Kepler 10c), Akankah Kita Tinggal Disana?

Planet Mirip Bumi Godzilla(Kepler 10c), Akankah Kita Tinggal Disana?









Harvard Smithsonian Center for Astrophysics bersama dengan dua peneliti mengumumkan telah menemukan sebuah planet yang sangat menakjubkan. Penemuan planet yang dilakukan pada 2 Juni lalu ini dikatakan sebagai “Godzilla of Earth”.

10-c, mengorbit bintang terletak di konstelasi Draco yang berjarak 560 tahun cahaya dari Bumi.

Para astronom mengatakan, planet itu dikatakan sebagai "Bumi Mega". Pertanyannya kemudian, kalau planet itu memang mirip Bumi, mungkinkah manusia hidup di planet tersebut?

Planet ini memiliki karakteristik seperti Bumi ukuran  yang cukup mengesankan yakni berdiameter sekitar 18.000 mil. Kepler pun dikatakan memiliki berat 17 kali lipat lebih berat dari Bumi karena isinya yang hampir keseluruhan adalah batu.

Dalam laman website resmi Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, terdapat penjelasan  yang bertentangan dengan asumsi awal yang mengatakan bahwa benda langit ini akan menarik gas hidrogen dan menjadi seperti Jupiter karena ukuran dan beratnya.

Planet Super Bumi, nama lain dari planet ini, sebenarnya telah ditemukan oleh astronom sejak lama. Selain itu, karena ukuran dan beratnya yang mengesankan para astronom yang telah mendokumentasikan planet tersebut, lebih cenderung bersepakat menamakannya sebagai Mega Bumi.

"Kami sangat terkejut ketika kita menyadari apa yang kita telah temukan," ujar astronom Xavier Dumusque bersama dengan Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

Peneliti lain Dimitar Sasselov mengatakan bahwa planet ini seperti Godzilla dari Bumi. “Namun tidak seperti dalam film itu, penemuan ini memiliki implikasi positif bagi kehidupan,” ujar Direktur Harvard Origins of Life Initiative itu seperti dikutip Softpedia, Selasa (3/6/2014).
(amr)

Hingga kini ilmuwan tidak berasumsi planet batu bisa tumbuh sedemikian besar. Pasalnya gaya gravitasi yang muncul pada planet batu bermassa besar diyakini akan menyedot gas hidrogen dan mengubahnya menjadi raksasa gas, seperti Jupiter.

Godzilla 10c diyakini tidak dapat menampung kehidupan. Ia memutari bintang induknya setiap 45 hari. Artinya planet raksasa tersebut berjarak terlalu dekat dan sebab itu memiliki suhu yang terlalu panas.

Godzilla 10 menaungi beberapa planet neraka. Selain 10c, bintang yang terbentuk 3 juta tahun setelah Dentuman Dahsyat itu juga dikelilingi Kepler 10b, planet berlumur lava yang berputar cepat dan cuma butuh waktu 20 jam untuk mengitari bintang induknya.

"Menemukan Kepler 10c berarti bahwa planet batu bisa terbentuk lebih dini dari yang kami kira. Dan jika anda bisa membat batu, anda bisa menampung kehidupan," kata Sasselov
"Dunia Godzilla" Kepler 10-c, Mungkinkah Manusia Hidup di Sana?

Di Bumi, hampir 1 persen massanya adalah material yang mudah menguap seperti oksigen dan air. Di Kepler 10-c, persentasenya mencapai 10 persen.

Dengan massa besar, gravitas Kepler 10-c juga besar. Gravitasi besar membuat air terikat dengan mineral atau mampat menjadi benda padat.

"Saya lebih menyebutnya planet padat, bukan planet batuan," kata Dimitar Sasselov dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics, seperti dikutip Time.com, Senin (2/6/2014).

Dengan semua karakteristiknya, selain jauh dari jangkauan, Kepler 10-c bukanlah tempat yang tepat bagi manusia untuk hidup

REFERENSI :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar